Museum Situs Semedo Kabupaten Tegal

Museum Situs Semedo Kabupaten Tegal

Museum Situs Semedo Kabupaten Tegal

Situs Semedo Kabupaten Tegal  berada di Desa Semedo Kecamatan Kedungbanteng, sekitar 26 kilometer sebelah Timur Slawi. Situs purbakala Semedo terletak di perbukitan yang berbatasan dengan dataran aluvial pantai Utara Tegal.

Daerah penemuan fosil-fosil tersebut berada di batas pulau Jawa bagian Timur pada Kala Pliosen, ketika Jawa Tengah dan Jawa Barat masih berada di bawah laut, sekitar 2 hingga 2,4 juta tahun yang lalu.

Sejarah Situs Semedo

Situs Semedo Kabupaten Tegal merupakan situs hewan dan manusia purba yang ditemukan sejak tahun 2005 oleh beberapa warga Desa Semedo Tegal, antara lain Dakri, Sunardi, Duman dan Ansori. Temuan mereka berupa potongan fosil tulang vertebrata yang pernah hidup pada Kala Plestosen.

Penemuan tersebut ditindaklanjuti oleh Dinas Pendidikan Kabupaten Tegal dan Balai Arkeologi Yogyakarta dengan melakukan peninjauan dan penelitian. Selanjutnya penelitian dilakukan oleh Balai Pelestarian Situs Manusia Purba Sangiran.

Hewan dan Manusia Purba

Jenis benda purbakala yang ditemukan di Semedo secara umum adalah temuan vertebrata yakni Stegodon sp., Boviadae, Rhinoceros sp., Cervidae, Suidae, dan Hipopotamus sp. Sebagian besar berupa fragmen tulang Panjang, tengkorak, rahang, tulang rusuk, dan gigi. Terdapat pula alat-alat dari bebatuan masa Paleolitik seperti serut, serpih, dan rijang.

Pada tahun 2011, Dakri menemukan fosil manusia purba homo erectus, yang kemudian menghebohkan jagat dunia purbakala. Setelah diidentifikasi diperkirakan fosil ini berasal dari 700 ribu tahun silam. Semenjak itu, penelitian mengenai situs purbakala Semedo makin gencar dilakukan. Penelitian dilakukan peneliti dari beberapa negara.

Penelitian tahun 2013 mencatat terdapat 4.893 buah jumlah fosil yang telah teridentifikasi, antara lain fosil Bos bubalus (kerbau), Capra (kambing), Bos bibos (banteng), Canis (anjing), Cervidae (rusa), Carchahinus (hiu), Elephas (gajah), Felis (harimau), Hyena, Histrix (landak), Hexaprotodon (kuda air), Crocodillus (buaya), Muntiacus muntjac (kijang), Proboscidae (hewan berbelalai), Rhinoceros (badak), Mustela (musang), Sus (babi), Testudo (kura-kura), dan Stegodon. Situs purbakala Semedo juga memiliki Gigantopithecus blacki yang tak pernah ditemukan di situs lain.

Berdasarkan hasil identifikasi yang telah dilakukan, fauna di sekitar Situs Semedo Kabupaten Tegal menempati rentang periode peralihan sekitar 1,5 hingga 1,2 juta tahun yang lalu. Diperkirakan pada saat itu terjadi migrasi fauna dari daratan Asia ke kepulauan nusantara.

Museum Situs Semedo

Pada tahun 2015, pemerintah membangun Museum Situs Semedo. Direncanakan tahun 2018 pembangunan Museum Situs Semedo tuntas, dan temuan fosil purba yang tersimpan di rumah warga dipindah, diteliti, dan dipajang di museum megah yang dilengkapi berbagai fasilitas seperti laboratorium purbakala, perpustakaan, dan beberapa rumah dinas untuk peneliti.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *